Berita DPRD Kota Mataram

Ketua DPRD Kota Mataram Sidak Rumah Sakit

 



Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., melakukan sidak ke rumah sakit daerah Kota Mataram. Sidak Kamis (9/8) pagi dilakukannya, selain untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan, juga untuk mengecek keamanan bangunan RSUD Kota Mataram setelah dua kali diguncang gempa, masing-masing dengan kekuatan 6,4 SR dan 7,0 SR. kedatangan Ketua DPRD disambut oleh Direktur RSUD Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra didampingi wadir dan beberapa pejabat lainnya. Setelah mendengarkan penjelasan direktur RSUD Kota Mataram mengenai kondisi bangunan yang telah dilakukan pengecekan oleh ahli konstruksi. Hasilnya bangunan RSUD Kota Mataram dinyatakan layak untuk digunakan. H. Didi Sumardi kemudian diajak berkeliling ke beberapa ruang rawat inap di rumah sakit milik Pemkot Mataram. Gempa besar yang mengguncang Pulau Lombok baru-baru ini memaksa manajemen RSUD Kota Mataram mengambil keputusan cepat. Salah satunya menyulap lahan parkir menjadi tempat pelayanan poliklinik. RSUD Kota Mataram, aku Direktur RSUD Kota Mataram mengalihfungsikan Aula di rumah sakit tersebut menjadi ruang rawat inap. Hal ini menyusul banyaknya pasien korban gempa, terutama dari KLU (Kabupaten Lombok Utara) yang dirujuk ke RSUD Kota Mataram. Data dari RSUD Kota Mataram menyebutkan bahwa jumlah pasien korban gempa yang dirawat di RSUD Kota Mataram sebanyak 93 pasien. Setelah berkeliling meninjau ruang rawat inap di lantai I dan II RSUD Kota Mataram, H. Didi Sumardi menyatakan kepuasannya. H. Didi Sumardi mengapresiasi kinerja RSUD Kota Mataram. Terutama kinerja yang berkaitan dengan penanganan korban gempa. ‘’Rumah sakit sudah bekerja cepat dan tepat,’’ pujinya. H. Didi Sumardi mengimbau kepada keluarga korban gempa agar mempercayakan penanganan pengobatan pasien korban gempa kepada pihak rumah sakit. ‘’Jangan menggunakan asumsi-asumsi kita secara awam,’’ katanya. Sementara itu, dr. Jack, sapaan akrab direktur RSUD Kota Mataram, pascagempa, pihaknya langsung menghubungi ahli konstruksi untuk melakukan pengecekan kondisi bangunan rumah sakit. Dr. Jack meminta waktu satu bulan untuk memulihkan seluruh pelayanan di RSUD Kota Mataram. (*)