Berita DPRD Kota Mataram

DPRD – Walikota Sepakati KUA dan PPAS Tahun 2019

 



Sekretariat DPRD Kota Mataram – DPRD Kota Mataram menggelar sidang paripurna dengan agenda menyepakati KUA dan PPAS tahun anggaran 2019. Sidang paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., Kamis tanggal 23 Agustus 2018 resmi menandatangani kesepakatan terhadap KUA dan PPAS tahun anggaran 2019. Dalam paripurna yang juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Mataram H. Muhtar., dan I Wayan Sugiartha juga beragendakan penutupan masa sidang III tahun dinas 2017 – 2018 dan pembukaan masa sidang I tahun dinas 2018 – 2019. Sebelum penandatanganan kesepakatan tersebut, Badan Anggaran terlebih dahulu menyampaikan hasil kerja mereka. Bahwa KUA-PPAS tahun anggaran 2019 meliputi : 1. Arah dan prioritas pembangunan tahun 2019 mengacu kepada RPJMN tahun 2015 – 2019 dan RPJMD Kota Mataram 2005 – 2025 dan RPJM Kota Mataram 2016 – 2021. 2. Pengalokasian anggaran untuk pendidikan, sekurang-kurangnya 20 persen dari belanja daerah. Termasuk dana bantuan operasional sekolah. 3. Upaya pengalokasian anggaran dalam rangka peningkatan bidang kesehatan minimal 10 persen dari total APBD. 4. Peningkatan alokasi anggaran untuk program dan kegiatan yang terkait dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan upaya pengentasan kemiskinan. 5. Melanjutkan proses pembangunan perkotaan dan fasilitas publik lainnya. 6. Pengalokasian anggaran untuk penanganan kebersihan dari skala lingkungan hingga peningkatan pelayanan kebersihan skala kota. 7. Dengan adanya musibah gempa bumi di Pulau Lombok, maka program dan kegiatan baik pendidikan, kesehatan dan sarana prasarana pemberdayaan ekonomi masyarakat diarahkan untuk recovery pascagempa. Sesuai dengan hal tersebut, badan anggaran DPRD Kota Mataram dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kota Mataram atas nama Walikota Mataram menyepakati KUA dan PPAS tahun angaran 2019 dengan rincian sebagai berikut : 1. Pendapatan : Rp 1.427.745.466.359,00 2. Belanja : Rp 1.446.752.371.000,00 3. Defisit : Rp 19.006.904.641,00 4. Penyertaan Modal : Rp 7.893.095.359,00 5. SILPA : Rp 26.900.000.000,00 Sementara itu, Walikota Mataram, H. ahyar Abduh dalam pidatonya mengatakan, bencana alam gempa bumi menghajar Pulau Lombok, termasuk Kota Mataram dalam waktu satu bulan belakangan. Gempa bumi yang terjadi berulang kali dalam intensitas besar tersebut sebenarnya tidak beredampak terlalu parah bagi Kota Mataram. namun sampai saat ini Pemerintah Kota Mataram mencatat tiga lingkungan; Lingkungan Pengempel Indah, Lingkungan Gontoran Barat, dan Lingkungan Tegal di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram mengalami kerusakan terparah dengan kerusakan terbanyak. (*)